Food Court Services as a Support For The Implementation of the Religreen
Keywords:
Food Court, Service Quality, Digital Services, Halal ServicesAbstract
Program ReliGreen adalah rencana pengembangan kampus hijau berdasarkan ekoteologi Islam yang membutuhkan dukungan dari berbagai layanan kampus, termasuk food court. Penelitian sebelumnya tentang ruang makan biasanya berfokus pada kualitas layanan konvensional atau digitalisasi layanan, tetapi sedikit yang diketahui tentang bagaimana mengintegrasikan kualitas layanan, layanan digital, layanan hijau, dan layanan halal untuk mendukung pengembangan kampus hijau berdasarkan nilai-nilai Islam. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi persepsi mahasiswa tentang kualitas layanan berbasis halal-thayyib, menentukan bagaimana mereka menggunakan layanan digital, dan menilai kontribusi operasional food court dalam mendukung kebijakan ReliGreen. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk secara komprehensif meneliti persepsi dan pengalaman mahasiswa. Observasi partisipatif pasif, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi dilakukan dengan tiga mahasiswa yang dipilih melalui pengambilan sampel bertujuan. Data dievaluasi menggunakan model Miles dan Huberman dan divalidasi melalui triangulasi sumber. Hasil menunjukkan bahwa integrasi layanan halal, hijau, dan digital berhasil mendukung praktik layanan yang selaras dengan prinsip keberlanjutan. Penggunaan asuransi halal berdasarkan prinsip halalan thayyiban dan menu berbasis kode QR mengurangi penggunaan kertas dan meningkatkan kepercayaan mahasiswa terhadap kualitas layanan. Selain itu, implementasi pilar ReliGreen, khususnya yang berkaitan dengan pengelolaan sampah, efisiensi energi, dan digitalisasi, didukung oleh fasilitas pemilahan sampah dan desain bangunan terbuka. Untuk mendukung implementasi ReliGreen di universitas-universitas Islam, studi ini menawarkan model konseptual inovatif yang mengintegrasikan layanan berkualitas, layanan ramah lingkungan, layanan halal, dan layanan digital ke dalam satu sistem layanan terpadu. Studi ini juga memperluas perspektif Triple Bottom Line melalui integrasi rantai nilai halal dan nilai-nilai ekoteologis Islam.
