Pelatihan Pembuatan Yoghurt Sebagai Penerapan Bioteknologi Pada Siswa SMA Labschool Unesa 1
Keywords:
bioteknologi, yoghurt, pelatihan, pembelajaran berbasis praktik, respons siswaAbstract
Kegiatan pelatihan pembuatan produk bioteknologi untuk siswa di SMA Labschool Unesa 1 merupakan kegiatan pengabdian yang dilakukan untuk melengkapi penguasaan konsep materi bioteknologi dengan memberikan keterampilan praktik pembuatan yoghurt yang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari. Pelaksanaan pelatihan mengintegrasikan tahapan pemaparan materi, diskusi, praktik, dan evaluasi yang dilakukan oleh tim dosen. Evaluasi dilakukan menggunakan angket respons peserta untuk menilai persepsi siswa terkait kejelasan penyampaian materi, kemudahan mengikuti kegiatan yang diperagakan, kecukupan waktu pelatihan, ketersediaan alat dan bahan, serta potensi munculnya minat berwirausaha. Hasil kegiatan menunjukkan antusiasme dan penerimaan yang sangat baik dari peserta pelatihan, sebanyak 100% peserta menilai penjelasan materi dan peragaan pembuatan yoghurt mudah dipahami, kegiatan dapat menambah pengetahuan bagi peserta, peserta mampu membuat yoghurt sendiri jika tersedia susu dan kultur starter di rumah, serta peserta merasa senang mengikuti kegiatan yang dilakukan. Sebanyak 89% peserta menganggap metode pembuatan yoghurt tidak sulit dan 95% peserta menilai pelatihan yang diberikan dapat berpotensi untuk meningkatkan perekonomian keluarga. Dukungan saat pelaksanaan kegiatan sudah memadai dengan 94% peserta menilai waktu yang disediakan untuk pelatihan sudah cukup, serta alat dan bahan yang digunakan mudah diperoleh. Setelah pelatihan yang dilakukan, 89% peserta termotivasi untuk mengeksplorasi pembuatan yoghurt menggunakan berbagai jenis susu dan sebagian menyatakan minat berwirausaha (72%). Pelatihan ini berjalan dengan efektif, mendapatkan respons positif, dan mampu memberikan pengalaman nyata penerapan bioteknologi di bidang pangan sekaligus mendorong munculnya minat siswa dalam pemanfaatan maupun peluang berwirausaha.