Efektivitas Antibakteri Ekstrak Rumput Belulang (Eleusine indica) Terhadap Escherichia coli dan Shigella dysenteriae Penyebab Diare dan Disentri

Authors

  • Adinda Qaisara Nabeel Mustofa MTsN 2 Kota Kediri, Kota Kediri, Indonesia
  • Haura Putri Aulia Harnaedi MTsN 2 Kota Kediri, Kota Kediri, Indonesia
  • Siti Zahrok MTsN 2 Kota Kediri, Kota Kediri, Indonesia

Keywords:

Rumput belulang, Escherichia coli, Shigella dysenteriae, SDGs

Abstract

Diare dan disentri adalah penyakit yang sering ditemukan di musim hujan yang menyebabkan seseorang buang air besar sebanyak tiga kali atau lebih dalam sehari. Menurut data WHO, UNICEF, dan Kemenkes RI, kasus diare dan disentri menyebabkan angka kematian yang sangat tinggi setiap tahunnya. Penyebab diare dan disentri adalah bakteri Escherichia coli dan Shigella dysenteriae. Pertumbuhan bakteri dapat dihambat oleh senyawa antibakteri yang terdapat dalam kandungan flavonoid yang diekstraksi dari rumput belulang. Penelitian  ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya Tujuan 3 (Kesehatan dan Kesejahteraan yang Baik), dengan menguji  antibakteri rumput belulang dan  menemukan obat herbal yang aman dan terjangkau. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen kuantitatif dengan pembuatan ekstrak rumput belulang dan pengujian antibakteri dengan metode difusi cakram. Data dianalisis menggunakan uji ANOVA untuk menilai zona penghambatan koloni bakteri. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa ekstrak rumput belulang secara efektif dapat menghambat pertumbuhan E. coli dan S. dysenteriae. Hal ini dibuktikan pada hasil uji antibakteri E. coli, zona hambat rata-rata di konsentrasi 75% adalah 8.575 mm yang termasuk kategori sedang. Sementara pada S. dysenteriae, zona hambat rata-rata di konsentrasi 100% adalah 19.023 mm, yang termasuk kategori kuat. Penelitian ini mendukung SDGs di bidang kesehatan serta memiliki efektivitas dalam menghambat E. coli dan S. dysenteriae penyebab diare dan disentri.

Published

2026-01-06