Analisis Perbedaan Gender Terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif Dan Retensi Belajar Melalui Penerapan Problem-Based Learning

Penulis

  • Maghfirah Rizkiyana Putri Pendidikan Biologi, FKIP, Universitas Jember, Jember, Indonesia
  • Bea Hana Siswati Pendidikan Biologi, FKIP, Universitas Jember, Jember, Indonesia

Kata Kunci:

Berpikir kreatif, Retensi belajar, Gender, Problem-Based Learning, Pendidikan biologi

Abstrak

Indonesia termasuk salah satu negara dengan keterampilan berpikir kreatif yang rendah, sebagaimana dibuktikan oleh hasil Programme for International Student Assessment (PISA) 2022. Selain itu, rendahnya kemampuan siswa dalam mempertahankan materi pelajaran juga menjadi tantangan bagi guru karena berdampak pada hasil belajar yang kurang optimal. Salah satu faktor yang diduga mempengaruhi tingkat kreativitas dan retensi adalah jenis kelamin. Model Problem-Based Learning (PBL) dianggap efektif untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif sekaligus mengaktifkan proses pembelajaran. Namun, tidak semua siswa memberikan respons yang sama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan kemampuan berpikir kreatif dan retensi belajar antara siswa laki-laki dan perempuan melalui penerapan PBL. Penelitian dilakukan di SMA Negeri 5 Jember dengan populasi seluruh siswa kelas X dan menggunakan dua kelas sebagai sampel. Data kemampuan berpikir kreatif dianalisis menggunakan ANCOVA, sedangkan data retensi belajar dianalisis menggunakan uji t independen. Kemampuan berpikir kreatif diukur melalui pre-test dan post-test, sementara retensi diukur melalui re-test yang dilakukan dua minggu setelah post-test. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan signifikan kemampuan berpikir kreatif (p = 0,000) dan retensi belajar (p = 0,001) antara siswa laki-laki dan perempuan pada pembelajaran berbasis Project-Based Learning (PBL). Siswa perempuan menunjukkan kecenderungan skor lebih tinggi pada retensi belajar, sedangkan siswa laki-laki memiliki variasi kemampuan berpikir kreatif yang lebih besar. Temuan ini mengindikasikan bahwa faktor gender berpotensi berperan dalam perbedaan capaian belajar pada pembelajaran berbasis proyek. Namun, hasil ini belum dapat disimpulkan sebagai akibat faktor biologis semata, sehingga diperlukan kajian lanjutan untuk mengeksplorasi peran faktor sosial, pengalaman belajar, dan karakteristik kelas dalam membentuk variasi tersebut.

Diterbitkan

2026-01-06