Identifikasi Kualitas Spermatozoa Kambing Pasca-Sexing Dengan Gradien Percoll

Penulis

  • Nurul Jadid Mubarakati Biologi, FMIPA, Universitas Negeri Surabaya, Surabaya, Indonesia
  • Trinil Susilawati Universitas Brawijaya, Malang, Indonesia
  • M. Sasmito Djati Universitas Brawijaya, Malang, Indonesia

Kata Kunci:

sexing, kualitas spermatozoa, gradien percoll, Sexing, kualitas spermatozoa, gradien percoll, integritas membran, kapasitasi, reaksi akromosom

Abstrak

Sexing spermatozoa bertujuan memisahkan spermatozoa untuk menentukan jenis kelamin anak melalui inseminasi buatan. Metode Sentrifugasi Gradien Densitas Percoll dipilih karena relatif mudah dilakukan dan dapat menghasilkan kualitas spermatozoa yang baik. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh perbedaan gradien densitas terhadap profil integritas membran, kapasitasi, dan reaksi akrosom spermatozoa serta influks ion kalsium akibat proses sexing. Semen kambing yang memenuhi syarat diencerkan dengan andromed, kemudian disentrifugasi menggunakan gradien Percoll. Uji integritas membran dilakukan dengan HOST, sedangkan kapasitasi dan reaksi akrosom diamati menggunakan pewarnaan CTC dan FITC-Con A. Konfirmasi influks ion kalsium dilakukan dengan mikroskop konfokal menggunakan Fluo-3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) penggunaan 3, 5, dan 10 gradien Percoll tidak berpengaruh nyata terhadap integritas membran, kapasitasi, dan reaksi akrosom; (2) sexing dengan dua gradien dapat mempengaruhi kapasitasi dan reaksi akrosom, namun tidak integritas membran; (3) jumlah spermatozoa yang kehilangan akrosom lebih tinggi pada pengamatan FITC-Con A dibandingkan CTC; dan (4) profil influks ion kalsium dapat diamati jelas dengan mikroskop konfokal. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa metode Sentrifugasi Gradien Densitas Percoll dapat digunakan untuk sexing spermatozoa tanpa menyebabkan kerusakan membran yang berarti, meskipun beberapa parameter fisiologis seperti kapasitasi dan reaksi akrosom tetap perlu diperhatikan.

Diterbitkan

2026-01-06