Narasi Perdamaian ASEAN dalam Ruang Digital: Analisis Komunikasi Diplomatik dan Soft Power atas Konflik Laut Cina Selatan di Era Globalisasi Media

Authors

  • AG Eka Wenats Wuryanta Universitas Multimedia Nusantara

Keywords:

ASEAN, Diplomasi Digital, Soft Power, Narasi Strategis, Laut Cina Selatan

Abstract

Konflik Laut Cina Selatan menjadi ujian strategis bagi kredibilitas ASEAN sebagai organisasi regional yang berkomitmen pada perdamaian dan stabilitas. Artikel ini menganalisis bagaimana ASEAN membangun narasi perdamaian melalui komunikasi diplomatik digital sebagai bentuk soft power di tengah rivalitas geopolitik antara Tiongkok dan Amerika Serikat. Dengan menggunakan perspektif komunikasi diplomatik, teori soft power Joseph Nye, dan kerangka strategic narrative Miskimmon, penelitian ini menelaah konstruksi wacana digital ASEAN pada periode 2019–2024. Hasil analisis menunjukkan bahwa ASEAN secara konsisten menggunakan narasi “dialog damai,” “stabilitas kawasan,” dan “kerja sama multilateral” untuk mempertahankan citra sebagai penjaga perdamaian regional. Namun, narasi tersebut masih bersifat simbolik dan belum sepenuhnya efektif dalam mendorong resolusi konflik substantif. Studi ini menegaskan bahwa diplomasi digital ASEAN berfungsi sebagai instrumen legitimasi dan manajemen persepsi, sekaligus menggarisbawahi perlunya strategi komunikasi yang lebih integratif dan partisipatif untuk memperkuat sentralitas ASEAN di era geopolitik digital.

Downloads

Published

2025-12-31