Rekontekstualisasi Folklor Melalui Generative AI pada Akun @rizataqwa

Authors

Keywords:

Folklor, Generative AI, Rekontekstualisasi

Abstract

Penggunaan generative artificial intelligence (AI) semakin masif termasuk dalam industri kreatif. Produksi konten digital dengan menggunakan AI membawa pergeseran dari gaya konvensional salah satunya representasi folklor Nusantara. Akun Instagram @rizataqwa menampilkan tuyul, kuntilanak, dan gondoruwo dalam situasi non-horor dengan melakukan aktivitas yang tidak biasa direpresentasikan folklor secara makna budaya. Fenomena tersebut menunjukkan adanya persoalan rekontekstualisasi, yaitu pelepasan makna folklor dari konteks ancaman dan penempatannya dalam konteks sosial-budaya yang baru. Penelitian ini bertujuan menganalisis proses entekstualisasi, dekontekstualisasi, dan rekontekstualisasi folklor melalui konten berbasis generative AI, serta mengidentifikasi pola pergeseran makna yang dihasilkan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data terdiri atas lima video dari akun @rizataqwa yang dipilih secara purposif. Analisis dilakukan terhadap unit adegan melalui kerangka rekontekstualisasi Bauman dan Briggs serta Grammar of Visual Design Kress dan van Leeuwen, yang mencakup contact, social distance, angle, modality, dan salience. Hasil penelitian menunjukkan bahwa empat konten mengalami de-horrorization melalui domestikasi, sentimentalisasi, dan komedi satire, sedangkan satu konten mempertahankan estetika horor tetapi mengalihkan fungsi sosialnya menjadi simbol empati kreator melalui karyanya.

Kata Kunci: Folklor, Generative AI, Rekontekstualisasi

Downloads

Published

2026-10-22