Perancangan Kartu “Redam Riuh”: Integrasi Kecerdasan Buatan dalam Eksplorasi Konten dan Sentuhan Manual dalam Visualisasi Berbasis Kearifan Lokal
Keywords:
desain komunikasi visual, kecerdasan buatan, kearifan lokal, media edukasi, komunikasi kesehatan mentalAbstract
Perancangan visual kartu edukatif menghadapi tantangan dalam menjembatani kedalaman konten dan keterbacaan visual. Artikel ini membahas integrasi kecerdasan buatan (AI) dalam eksplorasi konten kartu “Redam Riuh” yaitu sebuah card game edukasi emosional berbasis kearifan lokal yang divisualisasikan secara manual. Menggunakan pendekatan Design-Based Research (DBR) melalui empat tahap: identifikasi masalah, eksplorasi konten berbantuan AI, visualisasi manual, dan playtest. Uji coba dilakukan dalam dua siklus dengan total 12 partisipan usia 18–30 tahun. AI dimanfaatkan sebagai alat bantu brainstorming untuk menghasilkan alternatif narasi kartu situasi, emosi, dan tantangan, yang selanjutnya dikurasi, disunting, dan diterjemahkan ke dalam bahasa visual oleh desainer. Temuan menunjukkan bahwa AI mempercepat proses eksplorasi konten dan memperkaya variasi narasi, namun visualisasi manual tetap menjadi penentu utama dalam menciptakan kedekatan emosional, konsistensi estetika, dan representasi kearifan lokal yang autentik. Artikel ini menyimpulkan bahwa integrasi AI–desainer dalam perancangan visual kartu edukatif menawarkan model inovasi yang humanis dan etis, sekaligus menegaskan posisi desainer sebagai kurator makna di era kecerdasan buatan.
