Literasi Kecerdasan Buatan dan Ketahanan terhadap Disinformasi Politik (Studi pada Mahasiswa Perguruan Tinggi Swasta di Kota Medan)
Keywords:
Literasi AI, Disinformasi Politik, Ketahahan Informasi, Mahasiswa PTSAbstract
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan literasi kecerdasan buatan (AI) pada mahasiswa perguruan tinggi swasta (PTS) di Kota Medan, praktek ketahanan mereka terhadap disinformasi politik, serta keterkaitan keduanya dalam pengalaman mahasiswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi interpretatif. Informan dipilih secara purposif dan berjumlah 20 mahasiswa hingga tercapai kejenuhan data. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara fenomenologis interpretatif. Keabsahan data dijaga melalui triangulasi sumber, member checking, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi AI mahasiswa berkembang dari kemampuan menggunakan AI sebagai alat bantu menuju evaluasi kritis, yaitu memahami keterbatasan dan kesalahan keluaran AI serta mewaspadai kemampuannya menghasilkan konten yang meyakinkan. Kewaspadaan ini lebih kuat pada tingkat kesadaran daripada kemampuan mendeteksi konten hasil manipulasi. Ketahanan terhadap disinformasi politik diwujudkan melalui penilaian kredibilitas sumber, verifikasi dengan membandingkan informasi dan menelusuri sumber asli, serta penundaan penyebaran informasi yang belum terbukti benar. Berdasarkan pengalaman mahasiswadapat diketahui bahwa literasi AI berkaitan dengan ketahanan melalui kewaspadaan yang mendorong evaluasi dan verifikasi informasi politik.
